Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

AGK Lawan PKS



16 September 2014
TERNATE,SM-Ibarat kacang lupa kulit. Itulah Gubernur Maluku Utara, Ustad H. Abdul Gani Kasuba. Setelah sempat diguncang prahara kabinet Pelangi AGK-Manthab, ustad kembali melawan kebijakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusungnya. Sang kiyai secara terbuka menyatakan menolak Rancangan Undang-undang (RUU) tentang kepala daerah dipilih DPRD. AGK lebih sepakat kepala daerah dipilih langsung.
Sementara PKS secara institusi bersama koalisi Merah Putih tengah memperjuangkan kepala daerah dipilih DPRD yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Pernyataan ini mengusik Syaiful Ahmad, anggota DPRD provinsi Maluku Utara dari PKS. Ketua Bidang Kebijakan Publik ini balik menyodok AGK. Menurutnya, pernyataan AGK adalah pribadi, bukan keputusan PKS secara institusi. “Itu keputusan pak gubernur secara pribadi bukan keputusan partai, tangkis Syaiful lewat Short Massage Service (SMS), Senin (15/9) kemarin

BNN Tahan Oknum Perwira Polri



16 September 2014
TERNATE,SM-Kompol Andik Iksan, oknum anggota Polri yang sehari-hari bertugas di Intelkam Polda Malut akhirnya ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN) perwakilan Malut. Selain Kompol Andik Iksan, BNNP juga menahan seorang oknum anggota TNI AD yang berinisial MM berpangkat Pratu. Kompol Andik Iksan ditahan sejak Senin (15/9) kemarin. Tersangka Andik Iksan diduga terlibat kasus kepemilikan sabu seberat 7,8 gram, sementara Prtaru MM ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan ganja kering seberat 2 kg dan saat ini diamankan Pengadilan Militer Ambon.
Kabid Humas BNNP Malut Rustam SH kepada wartawan mengatakan, kedua tersangka sudah ditahan. Kompol Andik Iksan saat ini ditahan BNNP Malut untuk proses penyidikan. Sedangkan tersangka MM saat ini ditahan di Pengadilan Militer Ambon sesuai dengan prosedur yang ada di pengadilan Militer.

Mafia Anggaran Bagian Humas



16 September 2014
SOFIFI,SM-Setelah dana titipan Garda Banteng, mafia anggaran kembali terungkap pada Bagian Humas dan Protokuler Pemda Kabupaten Halmahera Timur. Pada tahun anggaran 2013, bagian humas mengusulkan anggaran yang diduga siluman dengan dalil untuk anggaran peliputan dan pendokumentasian untuk kegiatan di Kota Maba. Ternyata, anggaran itu tak digunakan sesuai peruntukan.
Sesuai penelusuran Seputar Malut, ternyata anggaran yang diusulkan Humas dan Protokuler itu itemnya ganda. Sebut saja, program pelayanan infokom, pemberitaan dan dokumentasi yang lokasi kegiatannya di Kota Maba (Media Center) sebesar Rp 887 juta dengan kode rekening  1.20.1.20.03.38.14 dan program kegiatan penyebarluasan informasi pembangunan daerah yang lokasi kegiatannya di Kota Maba (Media Center) sebesar Rp 887 juta dengan kode rekening 1.20.1.20.03.38.

Buronan Masjid Raya Dibekuk



16 September 2014
TERNATE,SM-Buronan terpidana kasus korupsi dana Masjid Raya Tobelo Halmahera Utara tahun 2008, senilai Rp. 2 miliar, Sofyan Anwar, Senin (15/9) malam tadi sekitar pukul 21.00 WIT dibekuk Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate. Sofyan dibekuk di Belakang Benteng Kelurahan Santiong, Kota Ternate Tengah.
Penangkapan terpidana Sofyan bermula saat Tim Intelijen Kejari Tobelo, berkoordinasi dengan Tim Intelijen Kejari Ternate untuk menangkap bersangkutan. Namun terpidana  belum dieksekusi. Padahal Sofyan telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta subside 6 bulan penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana masjid raya.

YS Bantah Tudingan Aksi Mesum



16 September 2014
TERNATE,SM-Tudingan aksi mesum yang dilakukan dua oknum dosen Universitas Khairun (Unkhair)  Ternate, NWJ dan YS yang digebrek Polisi di Blok CI Jalan Residen, Ngade Ternate Selatan, sekitar pukul 01.00 WIT Sabtu (13/9) akhir pekan lalu dibantah YS. Saat bertandang ke redaksi Seputar Malut, Senin (15/9) sore kemarin YS mengaku, sumber yang memberikan keterangan antara dia NWJ melakukan aksi mesum itu bernuansa dendam dan menginginkan nama baiknya sebagai dosen tercemar.
Padahal berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Polres Ternate katanya, tidak terbukti sebagaimana yang dituduhkan. Kronologi peristiwa itu menurut YS, saat itu YS bersama NWJ sedang membahas kegiatan kampus yang akan dilaksanakan pada akhir September nanti. Selesai melakukan pembahasan, YS hendak pamit pulang. Pada saat bersama tiba-tiba datang Polisi berseragam lengkap bersama WDT dan kakaknya. WDT adalah isteri YS yang sementara ini dalam proses perceraian.

Bayi Penderita Gizi Butuh Perhatian



16 September 2014
WEDA,SM-Haikal salah satu bocah berumur 1,1 tahun asal desa Were Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah  (Halteng) saat ini terbaring di Rumah Sakit umum daerah (RSUD) Weda, akibat penderitaan gizi buruk. Anak pasangan suami istri Sarjan Mikma, warga Desa Were Kecamatan Weda itu sudah sejak 8 hari berada di ruang perawatan anak RSUD Weda.
Sarjan, ayah kandung Haikal begitu nama anak itu mengatakan, anaknya baru diketahui menderita gizi buruk saat diperiksa dokter RSUD Weda. Menurutnya, anaknya sudah di rawat di RSUD Weda sudah satu minggu.  Dia mengaku, anaknya menderita gizi buruk karena faktor pengasupan gizi yang tidak menentu. "Kadang saya kasih dia asupan gizi seperti susu itu pun kalau dapat uang, kalau tidak ada uang suda tidak bisa beli susu untuk anak saya," katanya. 

Usung Bupati, PDIP Prioritaskan Kader



16 September 2014
TERNATE, SM-Ketua DPC PDIP Halmahera Selatan, Jaib Haer menegaskan, akan memperioritaskan mengusung kader partai untuk maju calon bupati Halmahera Selatan periode 2015-2020. Meski begitu, partai moncong putih telah melakukan penjaringan dan tercatat sebanyak bakal calon bupati telah mendaftar.
Penegasan Jaib itu disampaikan kepada Seputar Malut Minggu (14/9) usai mengadiri acara siloloa Hi. Amin Ahmad bersama sesepuh Keluarga Soma, bertempat di kelurahan Ubo-Ubo Ternate Selatan. Menurutnya, dalam momentum Pilkada bupati Halsel, DPC PDIP secara institusi siap memperjuangkan Amin Ahmad di DPD PDIP provinsi Maluku Utara untuk disetujui maju calon bupati Halsel. Intinya kata Jaib, prosesnya dilakukan sesuai mekanisme partai. “Yang jelas DPC PDIP tetap mengusung kadernya, karena kita sudah membuka pendaftaran, menjaga kemungkinan kita sesuaikan dengan survey,” ungkapnya.

Longboat Karam, 14 Penumpang Tewas



15 September 2014
SANANA,SM-Sebuah longboat dari desa Urifola, kecamayan Mangoli Tengah tujuan Sanana, karam depan perairan desa Bajo, Minggu (14/9) kemarin sekitar jam 08.45 pagi. Longboat yang berpenumpang sekitar 35 penumpang dan anak buah kapal (ABK) dan dinakhodai Bahri Lessy menewaskan 14 penumpang yang rata-rata anak-anak dan wanita. Sementara 7 penumpang dinyatakan hilang serta 14 lainnya selamat.
Sesuai data yang diperoleh Seputar Malut menyebutkan, 14 penumpang yang dinyatakan meninggal adalah Salim Umasangadji, Siti Halija Supralan, Mince, Hj. Rafia Umasangadji, Sarah Umasangadji, Hajar Pora, Sin Pora, Ratian Pora, Nurbaya Umasangadji, Nursia Umaternate, Aminah Liambana, Kristian Pora, Riski Pora dan anggun Pora. Sedangkan tujuh penumpang yang dinyatakan hilang itu adalah Buryanid Pora, Givar Pora, Rivaldy Pora, Rinaldy Pora, Putri Pora, Julfikar Pora, dan Reva Seknun.

Hendra Sebut Pemerintahan Rudy Syarat KKN



15 September 2014
SOFIFI,SM-Pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur dibawah Bupati Rudy Erawan, dinilai syarat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Buktinya, sejumlah proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU), didominasi kerabat, kroni maupun mertua bupati Rudy Erawan.
Proyek yang diberikan itu yakni proyek peningkatan jalan tanah ke aspal (Lapen) ruas Maba- Gotowasi 1 paket yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 14 miliar, peningkatan jalan tanah ke aspal (Hotmix) Maba-Gotowasi 4 Km sebesar  Rp 6.720.000.000,00, dan proyek peningkatan jalan tanah ke aspal (Hotmix) ruas Maba-Maba Pura sebesar Rp 16.200.000.000,00. Sejumlah mega proyek milik mertua Bupati Haltim Rudy Erawan, yakni Umar Bopeng itu terlihat dalam dokumen APBD Haltim yang ditandatangni oleh Bupati Rudy Erawan tanggal 17 Janurai 2013.

Harga Sapi Rp 8 Miliar, DPRD Minta Diusut



15 September 2014
SOFIFI, SM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (Deprov) Maluku Utara mendesak Kejati Malut, segera usut Mark- Up pengadaan sapi ternak dan tanaman holtikultura tahun anggaran 2012 senilai Rp. 8 miliar di Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara.
Salah satu anggota DPRD Provinsi Malut, DR.Hendra Karianga kepada Seputar Malut, Sabtu (13/9) kemarin mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Maluku Utara menemukan, dana sebesar Rp 8 miliar yang dikelola Dinas Pertanian tahun anggaran 2012, proses penganggaran dan pengelolaan tidak sesuai dengan standar akuntansi pemerintah.”Dan kalau belum ditindaklanjuti, maka silakan penegak hukum usust, agar semua bisa jelas,”kata Hendra.

Kejati Seriusi Kasus Korupsi Unkhair Ternate



15 September 2014
TERNATE,SM-Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, dengan Jaksa penyidik Asep Maryono terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pada Laboratorium Kampus FKIP Unkhair Ternate sebesar Rp 20 miliar.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Malut, Idham Timin kepada Seputar Malut, Minggu (14/9) kemarin mengatakan, penyidik terus melakukan pemeriksaan panitia pada kasus dugaan korupsi Laboratorium Unkhair. "Jadi senin (Hari ini,red) tim Asdatun akan periksa lagi yaitu Rasid Tolangara dan Usman Ali, mereka diperiksa karena pada proyek itu sebagai panitia penerima barang di FKIP Unkhair Ternate,”ujarnya.

Longboat Karam, 14 Penumpang Tewas



14 September 2014
SANANA,SM-Sebuah longboat dari desa Urifola, kecamayan Mangoli Tengah tujuan Sanana, karam depan perairan desa Bajo, Minggu (14/9) kemarin sekitar jam 08.45 pagi. Longboat yang berpenumpang sekitar 35 penumpang dan anak buah kapal (ABK) dan dinakhodai Bahri Lessy menewaskan 14 penumpang yang rata-rata anak-anak dan wanita. Sementara 7 penumpang dinyatakan hilang serta 14 lainnya selamat.
Sesuai data yang diperoleh Seputar Malut menyebutkan, 14 penumpang yang dinyatakan meninggal adalah Salim Umasangadji, Siti Halija Supralan, Mince, Hj. Rafia Umasangadji, Sarah Umasangadji, Hajar Pora, Sin Pora, Ratian Pora, Nurbaya Umasangadji, Nursia Umaternate, Aminah Liambana, Kristian Pora, Riski Pora dan anggun Pora. Sedangkan tujuh penumpang yang dinyatakan hilang itu adalah Buryanid Pora, Givar Pora, Rivaldy Pora, Rinaldy Pora, Putri Pora, Julfikar Pora, dan Reva Seknun.

Metua Bupati Rudy Penguasa Proyek



14 September 2014
SOFIFI,SM-Pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur dibawah Bupati Rudy Erawan, dinilai syarat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Buktinya, sejumlah proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU), didominasi kerabat, kroni maupun mertua bupati Rudy Erawan. Sesuai dokumen APBD Haltim yang ditandatangni Bupati Rudy Erawan tanggal 17 Janurai 2013, proyek yang ditangani mertua bupati adalah proyek peningkatan jalan tanah ke aspal (Lapen) ruas Maba-Gotowasi 1 paket yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 14 miliar.
Begitu pula peningkatan jalan tanah ke aspal (Hotmix) Maba-Gotowasi 4 Km sebesar  Rp 6,720 miliar. proyek peningkatan jalan tanah ke aspal (Hotmix) ruas Maba-Maba Pura sebesar Rp 16,200 miliar maupun sejumlah mega proyek lain yang dikerjakan mertua Bupati Haltim Rudy Erawan, Umar Bopeng.

Anggaran Humas untuk Garda Banteng



14 September 2014
MABA,SM-Praktek kejahatan uang daerah yang dilakukan bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan perlahan namun mulai terungkap. Selain Uang Persediaan (UP) dan mega proyek ditangani mertua. Kini terungkap kasus baru. Anggaran Garda Banteng, salah satu organisasi sayap partai senilai Rp. 1,757 miliar  dititipkan di Bagian Humas dan Protokuler melalui APBD 2013.
Sebagaimana disebutkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Haltim yang ditandatangani Bupati Haltim Rudy Erawan tanggal 17 Januari 2013 menyebutkan, anggaran Bagian Humas dan Protokuler Setda Haltim sebesar Rp 1,757 miliar dengan kode rekekning 1.20.1.20.03.36 ternyata bukan untuk pelayanan informasi, tetapi hanya sebagai anggaran titipan.  Dana itu kemudian dialokasikan kepada Garda Banteng dalam rangka pemenangan Pemilu Legislatif 2014 di Kabupaten Haltim.

Aksi Mesum Dua Dosen Unkhair



14 September 2014
TERNATE,SM-Belum selesai diterpa kasus korupsi Laboratorium, dua dosen Unkhair melakukan perbuatan mesum. Aksi itu dilakukan dua pasangan beda jenis yang sama-sama berprofesi sebagai dosen Universitas Khairun (Unkhair). Dua pasangan terlarang ini ditangkap dalam rumah Nurdiana Wati Jumadil tepatnya, Jalan Residen, Ngade Ternate Selatan, Blok CI sekira pukul 01.00 WIT Sabtu (13/9) akhir pecan lalu. Sialnya yang menangkap dua dosen yang melakukan mesum tersebut adalah istri Yunus sendiri.
Itulah perbuatan tidak terpuji yang dilakukan dua oknum dosen bernama Yunus Syafia dosen Peternakan dan Nurdiana Wati Jumadil, Dosen Pertanian Unkhair Ternate dan kini kasus mereka dalam penanganan Polres Ternate.

Gurita Kasus Dana Tak Terduga



14 September 2014
TERNATE,SM-Kasus Dana Tak Terduga (DTT), tak hanya disangkakan kepada mantan gubernur Maluku Utara, Thaib Armaiyn, tetapi sudah menggurita. Sejumlah instansi ikut menikmati dana tersebut, baik pemerintah daerah maupun instasi vertical seperti KPU, Panwaslu, Kejaksaan Tinggi, Polda maupun TNI.
Pada Senin, (15/9) hari ini, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) provinsi Malut dan kota Ternate rencana menggelar rapat bersama. Rapat itu terkait pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi Dana Tak Terduga (DTT) dengan tersangka mantan gubernur Malut Drs. Thaib Armaiyn (TA). Sementara tempat persidangan mantan orang nomor Malut itu akan dipindahkan ke pengadilan Tipikor Jakarta pusat.

Kasus Laboratorium Unkhair Bergelinding



14 September 2014
TERNATE,SM-Kasus laboratorium Universitas Khairun (Unkhair) terus bergelinding. Satu per satu panitia diperiksa. Senin (15/9) hari ini, gilira Rasid Tolangara dan Usman Ali yang akan menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut. Status Rasid dan Usman adalah sebagai panitia penerima barang laboratorium FKIP Unkhair sebesar Rp. 20 miliar.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Malut, Idham Timin kepada Seputar Malut, Minggu (14/9) kemarin mengatakan, penyidik terus melakukan pemeriksaan panitia pada kasus dugaan korupsi Laboratorium Unkhair. "Senin (hari ini-red), tim Asdatun akan memeriksa Rasid Tolangara dan Usman Ali, karena keduanya sebagai panitia penerima barang di FKIP Unkhair Ternate.

DPRD Desak Usut Harga Sapi Rp 8 Miliar



14 September 2014
SOFIFI, SM-DPRD Maluku Utara mendesak kasus mark-up pengadaan sapi ternak dan tanaman holtikultura tahun anggaran 2012 senilai Rp. 8 miliar pada Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara minta diusut. Sesuai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Maluku Utara menemukan, dana sebesar Rp 8 miliar yang dikelola Dinas Pertanian tahun anggaran 2012, dalam proses penganggaran dan pengelolaan tidak sesuai standar akuntansi pemerintah.
Anggota DPRD Malut, Hendra Karianga kepada Seputar Malut, Sabtu (14/9) mengatakan, sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK menemukan, dana sebesar Rp 8 miliar yang dikelola Dinas Pertanian tahun anggaran 2012, proses penganggaran dan pengelolaan tidak sesuai dengan standar akuntansi pemerintah. ”Dan kalau belum ditindaklanjuti, maka silahkan penegak hukum usut agar semua bisa jelas,” desak Hendra.

Berbohong, Safri Awal Minta Pecat



14 September 2014
LABUHA, SM-Mantan anggota KPU Halsel, Safri Awal minta dipecat lantaran dianggap berbohong dengan memberikan keterangan palsu dihadapan Ketua DKPP Prof. Jimly Assiddiq pada 9 September 2014 lalu. Dalam keterangannya, Syafri mengaku pelaksanaan Pemilu Legislatif di Halsel pada 9 Juli 2014, KPU tak memiliki anggaran monitoring untuk menjemput form C1, menyebabkan Pileg bermasalah dan dilakukan Pemilu Ulang Susulan (PSU).
Keterangan Syafri bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya. Menurut Sekretaris KPU Halsel, Soadri Ingratubun membantah,  keterangan yang disampaikan Syafri Awal dihadapan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu tidak benar dan keterangan itu adalah sebuah pembohongan.

Yusup Tabuh ‘Genderang Perang’



13 September 2014
MABA,SM-Kabag Humas dan Protokuler Pemda Haltim Yusuf Thalib, kini menabuh genderang ‘peperangan’ dengan media. Ia mengancam dan memaki-maki wartawan dengan kata yang tak pantas. "Kamu ini paling biadab, wartawan tidak tahu etika, nanti kamu lihat saja nanti," ancam Yusup Thalib melalui handphone kepada Seputar Malut Jumat (12/9) kemarin.   

Landscape Kantor Gubernur Minta Diusut



13 September 2014
SOFIFI,SM-Proyek pekerjaan lanjutan kantor Gubernur (Landscape) dan gedung kantor DPRD Provinsi Malut sebesar Rp 15 miliar, disinyalir bermasalah, sehingga Polda diminta segera mengusut. Sampai sekarang, proyek itu sudah tidak lagi dilanjutkan oleh rekanan PT. GMP.
Sesuai data yang diperoleh Seputar Malut, mega proyek yang dilaksanakan PT GMP sesuai kontrak anak III Nomor 602.604/KPA/KA/III/06/TJ/2012 tanggal 28 Februari 2012 senilai Rp 15 miliar, dan proses pekerjaan 270 hari kalender. Ternyata dikerjakan tidak sesuai waktu yang ditentukan.

Salawaku Desak Proses Kabag Humas



13 September 2014
SOFIFI,SM-Kabag Humas dan Protokuler Setda Haltim, Yusup Thalib. Diduga telah melakukan tindak pidana korupsi anggaran media, yakni anggaran peliputan yang dianggarkan dalam APBD Haltim tahun anggaran 2013 sebesar Rp 720 Juta dan anggaran pelayanan informasi media sebesar Rp 1,757 miliar, bukan hanya itu, ada beberapa mata anggaran yang mencapai kurang lebih Rp 3,5 miliar ditengarai tak jelas peruntukannya.

Jalan Wasile Tengah Tak Selesai



13 September 2014
MABA,SM-Ibarat kasih tak sampai. Begitulah yang dirasakan masyarakat Kecamatan Wasile Tengah, kabupaten Halmahera Timur. Selain merasa dianaktirikan Pemda setempat, rekanan melaksanakan proyek jalan disana beulah. Adalah PT. Indomulyo yang memenangi tender mengerjalan jalan Wasile Tengah sejak 2013, sampai saat ini tak tuntas.

Dalih Kejari Kasus Seribu Katinting



13 September 2014
LABUHA, SM-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuha kembali berdalih. Kasus pengadaan seribu katinting senilai Rp. 9 miliar yang melibatkan mantan Kadis Perikanan dan Kelautan (DKP) Halmahera Selatan Samsul Bahri, rentang kendali dijadikan alasan. Dengan begitu, ada kekhawatiran, semangat penyidik yang menggebu-gebu, hanya panas-panas tahi ayam.
Menurutnya Kepala seksi tindak pidana khusus (Kasi-Pidsus) Kejari Labuha R Sandy Ela Sabtu, kasus pengadaan seribu katinting sementara masih dalam penyelidikan.Lima kepala desa di wilayah kecamatan Obi telah dimintai keterangan dan rencananya dalam waktu dekat tim Kejari akan turun ke Obi,” ucapnya.

Kasus Lapangan Tak Bergulir Bola



13 September 2014
MABA,SM-Sejumlah kasus korupsi yang saat ini ditangani Polres Halmahera Timur, baik sudah memasuki tahap penyelidikan maupun penyelidikan bakal sia-sia. Sebab Kanit Tipikor Polres Haltim, Brigpol Sahrudin Agil yang terkenal getol menangani kasus-kasus korupsi di Kabupaten Haltim, kini telah dimutasikan ke Bagian Propam Polda Malut.
Kasus dugaan korupsi senilai Rp 1,2 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Haltim,  meski baru penyelidikan, namun sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk di luar Dinas PU Haltim.  Namun dimutasikan Kanit Tipikor ke Polda Malut, dugaan kasus korupsi yang melibatkan Kepala Dinas PU Haltim, Ir.Arief Djalaluddin bakal tenggelam.

Genzer Kurang Karyawan Mogok



13 September 2014
TOBELO SM-Jangan berjanji kalau tak mampu menepati. Adalah PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM), Toguraci Kabupaten Halmahera Utara. Ratusan karyawan perusahaan tambang emas terbesar di Maluku Utara ini, sudah beberapa hari mogok kerja lantaran NHM tak menepati janji membayar genzer (bonus) kepada seluruh karyawan yang telah memenuhi target produksi.

Ganguan Jiwa, Wahab Batal ke Baitullah



13 September 2014
TERNATE-Seorang calon haji (calhaj) asal Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut)  bernama Wahab Taha, batal diterbangkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji di Mekkah karena diketahui menderita gangguan jiwa.
Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (BPPIHD) Malut, Muhammad Selang, mengatakan, calhaj tersebut saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Halmahera Selatan menjelang diberangkatkan ke Ternate menunjukkan yang bersangkutan sehat, baik fisik maupun kejiwaan.

Kasus Korupsi Masjid Raya Dirilis Polda



12 September 2014
TERNATE,SM-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Malut merilis hasil penyidikan kasus dugaan korupsi dana pembangunan masjid raya Sanana, Kepulauan Sula. Dalam rilisnya, penyidik membeberkan hasil audit investigasi BPKP yang berhasil menghitung kerugian negara dalam kasus rumah tuhan itu senilai Rp 5.521.627.047,55 dari total tahun anggaran 2006-2010 sebesar Rp 23,5 miliar.

Pejabat Korupsi Diroling



12 September 2014
LABUHA, SM-Bupati Halsel Muhammad Kasuba dalam waktu dekat bakal mengangkat sejumlah pejabat koruptor untuk menempati jabatan kepala dinas lingkup Pemda Halsel. Sebut saja, kepala Bappeda Aziz Soamole, pelaku dugaan tindak pidana korupsi pemotongan dana bantuan rumah kumuh sebesar Rp. 1,5 miliar ini, bakal menempati jabatan Kadis Pekerjaan Umum (PU).
Sementara mantan Kadis Perikanan dan Kelautan (DPK), Samsul Bahri Umar, pelaku tindak pidana korupsi seribu katinting senilai Rp. 9 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2012 menempati kepala Bappeda menggantikan Aziz Soamole.

Seribu Katinting Dibidik Kejari



12 September 2014
LABUHA, SM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuha membidik kasus pengadaan seribu katinting oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) kabupaten Halmahera Selatan senilai Rp. 9 miliar yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2012. Sasaran bidikan itu adalah dua kecamatan yang dinilai memiliki porsi bantuan terbesar yakni Obi dan Obi Utara.

Muhajir Albar Bakal Bargabung Halil Gaus



12 September 2014
TERNATE,SM-Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) provinsi Malut, Muhajir Albaar dipastikan akan menyusul Gaus Halil di jeruji besi dalam kasus dugaan korupsi  dana hibah Perusda Kie Raha Mandiri. Muhajir dianggap aktor utama dalam kasus ini, karena Ia mencairkan anggaran Perusda tahun 2012 tidak melalui surat perjanjian dana hibah daerah senilai Rp. 300 juta dari total anggaran Rp 1,2 miliar yang dianggarkan pemprov Malut.

Kontraktor Hitam Masih Kerja Proyek



12 September 2014
SOFIFI,SM-Meski sudah jelas-jelas BPK Perwakilan Maluku Utara sudah memasukkan PT Intim Kara dalam daftar hitam rekanan sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, namun Budi Lem, pemilik PT Intim Kara masih mengerjakan sejumlah mega proyek di Sofifi, ibukota Provinsi Malut. Padahal, sejumlah pekerjaan jalan di Sofifi yang nilainya puluhan miliar, hampir sebagian besar dikerjakan oleh PT Intim Kara. Sebut saja, proyek jalan 40 depan kantor DPRD Provinsi Malut dan jalan 40 menuju Guraping.

Kejati Mengaku Tak Tahu Kasus Tanah Sofifi



12 September 2014
SOFIFI,SM-Meskipun Surat Perintah Tugas (Sprint) Nomor: Printug-/S.2.1/Dek/05/2011 yang menugaskan Tende, SH. MH, Gandi Wijaya, SH, Pardi Muthalib, SH, dan Dominggus, SH, sudah dikeluarkan sejak tahun 2011 lalu, namun petinggi Kejati tidak mengetahui Sprint tersebut. Padahal Sprint tertanggal 09 Mei 2011 yang ditanda tangani mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Edward Rismadi Putra, SH. dengan tembusan, Jaksa Agung Muda Intelijen di Jakarta, Jaksa Agung Muda Pengawasan di Jakarta dan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Pelari Marathon Dihadiahi Kekecewaan



12 September 2014
MABA,SM-Baru menduduki jabatan camat sudah mulai belajar korupsi. Ini terjadi di kecamatan Wasile Timur. Ceritanya, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi RI ke-68, kecamatan Wasile Timur memperoleh anggaran Rp. 50 juta dari Pemda Haltim. Anggaran itu dipergunakan untuk kegiatan dan acara puncak 17 Agustus 2014, termasuk di dalamnya hadiah lomba.

Mertua Bupati Rudy Dapat Jatah Proyek



11 September 2014
MABA, SM-Modus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan satu per satu mulai terkuak. Setelah kasus Mancing Mania dan Uang Persediaan (UP) senilai Rp. 2,380 miliar lebih, kini mertua sang bupati ikut main proyek melalui PT Ihlas.
Proyek yang ditangani mertua bupati nilainya miliaran rupiah. Sebut saja, proyek jalan Maba Pura-Maba dan Maba-Gotowasi Kecamatan Maba Selatan, kabupaten Halmahera Timur. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Arif Jalaluddin saat dikonfirmasi Seputar Malut melalui melalui hanphone Rabu (10/9) kemarin membenarkan, perusahaan yang mengerjakan jalan Maba Pura hingga Gotowasi adalah PT Ikhlas.

Modus Yusup Thalib Tilep Dana Media



11 September 2014
SOFIFI,SM-Kapala Bagian Humas dan Protokler kabupaten Halmahera Timur, Yusup Thalib punya modus sendiri dalam menilep dana media. Dengan membawa-bawa nama media, Yusup mengusulkan anggaran dalam APBD tahun 2013 senilai Rp. 720 juta, dan anggaran pelayanan informasi media sebesar Rp. 1,757 miliar. Ini belum termasuk beberapa mata anggaran untuk media yang nilainya mencapai miliaran rupiah, tak jelas peruntukannnya.