16 September 2014
TERNATE,SM-Tudingan
aksi mesum yang dilakukan
dua oknum dosen
Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, NWJ
dan YS yang digebrek Polisi
di Blok
CI Jalan Residen, Ngade Ternate Selatan, sekitar pukul 01.00 WIT Sabtu (13/9) akhir
pekan lalu dibantah
YS. Saat
bertandang ke redaksi Seputar Malut,
Senin (15/9) sore kemarin YS mengaku, sumber yang memberikan keterangan antara
dia NWJ melakukan aksi mesum itu bernuansa dendam dan menginginkan nama baiknya
sebagai dosen tercemar.
Padahal berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Polres
Ternate katanya, tidak terbukti sebagaimana yang dituduhkan. Kronologi
peristiwa itu menurut YS, saat itu YS bersama NWJ sedang membahas kegiatan
kampus yang akan dilaksanakan pada akhir September nanti. Selesai melakukan
pembahasan, YS hendak pamit pulang. Pada saat bersama tiba-tiba datang Polisi
berseragam lengkap bersama WDT dan kakaknya. WDT adalah isteri YS yang
sementara ini dalam proses perceraian.
WDT dan kakaknya RDT berteriak menuduh YS dan NWJ
melakukan perbuatan mesum. Tentunya dengan teriakan tudingan ini, membuat kedua
oknum dosen yang merasa tidak melakukan apa-apa kebingungan. Agar persoalannya
jelas dan terang-benderang, YS dan NWJ dituduh melakukan perbuatan terlarang,
YS memutuskan membawa persoalan ini untuk diselesaikan di Polres Ternate.
Mereka kemudian ke Polisi ke Polres Ternate. Kedua
oknum dosen ini dimintai keterangan seputar tuduhan melakukan perselingkuhan.
Hasil pemeriksaan ternyata tidak terbukti keduanya melakukan perbuatan
melanggar norma agama, sehingga Polisi membebaskan mereka dan kembali ke rumah
masing-masing.
YS juga membantah seluruh keterangan isterinya WDT
yang mengatakan, sejak
tahun 2012 lalu ia sudah mencurigai
dengan tingkah laku suaminya yang mulai berubah. Awalnya, ia mengabaikan
perubahan sikap suaminya tersebut dan tidak berfikir negatif. Tapi semakin lama
perubahan tersebut semakin terlihat. Tapi Wasila tetap berfikir positif
terhadap suaminya. Sekitar enam bulan lalu ia dan kedua anaknya tidak dinafkahi
suaminya, mumbuat kecurigaan Wasila mulai bertambah.
WDT menyebut, suaminya YS meninggalkan
ia dan dua anaknya sejak tahun 2012. YS tak
pernah pulang
rumah dan sudah
6 bulan tidak diberikan nafkah dibantah pula YS. Menurutnya, keduanya pisah ranjang
sejak 2012 atau dua tahun lalu. Alasan pisah ranjang karena hal prinsip dalam
rumah tangga, dan selama itu pula tidak ada upaya keluarga untuk memediasi guna
menyelesaikan. Meski begitu katanya, ia tetap punya tanggung jawab memberikan
nafkah kepada anaknya. “Jadi kalau dibilang tidak pernah diberikan nafkah itu
bohong,” bantah YS.
YS menduga, lantaran proses perkara perceraian antara
dirinya dan WDT di Pengadilan Agama Ternate hamper memasuki tahap akhir,
sehingga WDT sengaja melakukan tindakan tersebut dengan tujuan mencemarkan nama
baiknya. Bahkan WDT menuduh YS hanya memberikan nafkah selama enam bulan juga
tidak benar.
“Saya telah memberikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
BNI untuk anak saya. Ini bukti rekening koran, saya print out sebagai bukti.
Intinya, segala tuduhan yang dialamat kepada saya dan NWJ itu tidak terbukti
dan salah kaprah,” bantah YS sambil menyodorkan print out rekening koran
tersebut kepada Seputar Malut, Senin
(15/9) kemarin. (ays/dino/sal)