Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

YS Bantah Tudingan Aksi Mesum



16 September 2014
TERNATE,SM-Tudingan aksi mesum yang dilakukan dua oknum dosen Universitas Khairun (Unkhair)  Ternate, NWJ dan YS yang digebrek Polisi di Blok CI Jalan Residen, Ngade Ternate Selatan, sekitar pukul 01.00 WIT Sabtu (13/9) akhir pekan lalu dibantah YS. Saat bertandang ke redaksi Seputar Malut, Senin (15/9) sore kemarin YS mengaku, sumber yang memberikan keterangan antara dia NWJ melakukan aksi mesum itu bernuansa dendam dan menginginkan nama baiknya sebagai dosen tercemar.
Padahal berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Polres Ternate katanya, tidak terbukti sebagaimana yang dituduhkan. Kronologi peristiwa itu menurut YS, saat itu YS bersama NWJ sedang membahas kegiatan kampus yang akan dilaksanakan pada akhir September nanti. Selesai melakukan pembahasan, YS hendak pamit pulang. Pada saat bersama tiba-tiba datang Polisi berseragam lengkap bersama WDT dan kakaknya. WDT adalah isteri YS yang sementara ini dalam proses perceraian.

WDT dan kakaknya RDT berteriak menuduh YS dan NWJ melakukan perbuatan mesum. Tentunya dengan teriakan tudingan ini, membuat kedua oknum dosen yang merasa tidak melakukan apa-apa kebingungan. Agar persoalannya jelas dan terang-benderang, YS dan NWJ dituduh melakukan perbuatan terlarang, YS memutuskan membawa persoalan ini untuk diselesaikan di Polres Ternate.
Mereka kemudian ke Polisi ke Polres Ternate. Kedua oknum dosen ini dimintai keterangan seputar tuduhan melakukan perselingkuhan. Hasil pemeriksaan ternyata tidak terbukti keduanya melakukan perbuatan melanggar norma agama, sehingga Polisi membebaskan mereka dan kembali ke rumah masing-masing.
YS juga membantah seluruh keterangan isterinya WDT yang mengatakan, sejak tahun 2012 lalu ia sudah mencurigai dengan tingkah laku suaminya yang mulai berubah. Awalnya, ia mengabaikan perubahan sikap suaminya tersebut dan tidak berfikir negatif. Tapi semakin lama perubahan tersebut semakin terlihat. Tapi Wasila tetap berfikir positif terhadap suaminya. Sekitar enam bulan lalu ia dan kedua anaknya tidak dinafkahi suaminya, mumbuat kecurigaan Wasila mulai bertambah.
WDT menyebut, suaminya YS meninggalkan ia dan dua anaknya sejak tahun 2012. YS tak pernah pulang rumah dan sudah 6 bulan tidak diberikan nafkah dibantah pula YS. Menurutnya, keduanya pisah ranjang sejak 2012 atau dua tahun lalu. Alasan pisah ranjang karena hal prinsip dalam rumah tangga, dan selama itu pula tidak ada upaya keluarga untuk memediasi guna menyelesaikan. Meski begitu katanya, ia tetap punya tanggung jawab memberikan nafkah kepada anaknya. “Jadi kalau dibilang tidak pernah diberikan nafkah itu bohong,” bantah YS.
YS menduga, lantaran proses perkara perceraian antara dirinya dan WDT di Pengadilan Agama Ternate hamper memasuki tahap akhir, sehingga WDT sengaja melakukan tindakan tersebut dengan tujuan mencemarkan nama baiknya. Bahkan WDT menuduh YS hanya memberikan nafkah selama enam bulan juga tidak benar.
“Saya telah memberikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI untuk anak saya. Ini bukti rekening koran, saya print out sebagai bukti. Intinya, segala tuduhan yang dialamat kepada saya dan NWJ itu tidak terbukti dan salah kaprah,” bantah YS sambil menyodorkan print out rekening koran tersebut kepada Seputar Malut, Senin (15/9) kemarin. (ays/dino/sal)