Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

Bayi Penderita Gizi Butuh Perhatian



16 September 2014
WEDA,SM-Haikal salah satu bocah berumur 1,1 tahun asal desa Were Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah  (Halteng) saat ini terbaring di Rumah Sakit umum daerah (RSUD) Weda, akibat penderitaan gizi buruk. Anak pasangan suami istri Sarjan Mikma, warga Desa Were Kecamatan Weda itu sudah sejak 8 hari berada di ruang perawatan anak RSUD Weda.
Sarjan, ayah kandung Haikal begitu nama anak itu mengatakan, anaknya baru diketahui menderita gizi buruk saat diperiksa dokter RSUD Weda. Menurutnya, anaknya sudah di rawat di RSUD Weda sudah satu minggu.  Dia mengaku, anaknya menderita gizi buruk karena faktor pengasupan gizi yang tidak menentu. "Kadang saya kasih dia asupan gizi seperti susu itu pun kalau dapat uang, kalau tidak ada uang suda tidak bisa beli susu untuk anak saya," katanya. 

Dia mengaku anaknya saat ini suda masuk usia 1,1 tahun. Waktu lahir tidak pernah dibawa ke posyandu. "Anak saya awal baru lahir dalam keadaan normal, sampai umur 8 bulan langsung gizi buruk," terangnya.
Dirinya (ayah Haikal-red) sehari-harinya berprofesi sebagai sopir angkot Weda-Sofifi. Namun aktifitasnya tidak menentu pendapatanya.  Sementara istrinya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sarjan mengatakan anaknya menderita gizi buruk karena faktor keterbatasan ekonomi. "Saya bawa mobil penumpang kalau soal pendapatan dalam  satu bulan  tidak menentu tergantung penumpang," akunya. 
Sarjan kepada Seputar Malut berharap pemerintah dapat memberikan perhatian. "Memang biaya perawatan rumah sakit ini kami tidak bayar, tapi kami butuh bantuan untuk kebutuhan gizi anak kami yang sementara terbaring di rumah sakit weda," harapnya.
Sementara dokter Maya yang menagani bocah penderita gizi buruk tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan medis, bocah bernama Haikal yang sementara menjalani perawatan memang benar menderita gizi buruk. Dia mengaku pasien diketahui mengalami gizi buruk karena anak umur 1 tahun kalau normal atau sehat biasa berat badan 14 tapi saat ini pasien hanya empat kilogram. "Soal gizi buruk ini terjadi karena ada beberapa faktor yakni ekonomi keluarga dan juga faktor perhatian keluarga dalam memberikan pengasupan gizi kepada anak," katanya.
Menurutnya, saat ini rumah sakit tetap memberikan pelayanan terbaik demi kesembuhan bocah tersebut.  Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Halteng Fauji Alamari membenarkan pasien penderita gizi buruk asal desa Were tersebut. Dia mengaku pasien itu ditemukan dinas kesehatan yang turun melakukan pemeriksaan. Sehingga Dinkes Halteng memerintahkan orang pasien untuk dirawat di RSUD Weda. "Soal perhatian kami tidak bisa berikan bantuan uang tunai, karena kalau kita berikan bantuan berupa uang tunai bisa celaka kita," jelasnya. (asfa/H2)