16 September 2014
WEDA,SM-Haikal
salah satu bocah berumur 1,1 tahun asal desa Were Kecamatan Weda Kabupaten
Halmahera Tengah (Halteng) saat ini terbaring di Rumah Sakit umum daerah
(RSUD) Weda, akibat penderitaan gizi buruk. Anak pasangan suami istri Sarjan
Mikma, warga Desa Were Kecamatan Weda itu sudah sejak 8 hari berada di ruang
perawatan anak RSUD Weda.
Sarjan,
ayah kandung Haikal begitu nama anak itu mengatakan, anaknya baru diketahui
menderita gizi buruk saat diperiksa dokter RSUD Weda. Menurutnya, anaknya sudah
di rawat di RSUD Weda sudah satu minggu. Dia mengaku, anaknya menderita gizi
buruk karena faktor pengasupan gizi yang tidak menentu. "Kadang saya kasih
dia asupan gizi seperti susu itu pun kalau dapat uang, kalau tidak ada uang
suda tidak bisa beli susu untuk anak saya," katanya.
Dia
mengaku anaknya saat ini suda masuk usia 1,1 tahun. Waktu lahir tidak pernah dibawa
ke posyandu. "Anak saya awal baru lahir dalam keadaan normal, sampai umur
8 bulan langsung gizi buruk," terangnya.
Dirinya
(ayah Haikal-red) sehari-harinya
berprofesi sebagai sopir angkot Weda-Sofifi. Namun aktifitasnya tidak menentu
pendapatanya. Sementara istrinya hanya
bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sarjan mengatakan anaknya menderita gizi buruk
karena faktor keterbatasan ekonomi. "Saya bawa mobil penumpang kalau soal
pendapatan dalam satu bulan tidak menentu tergantung
penumpang," akunya.
Sarjan
kepada Seputar Malut berharap
pemerintah dapat memberikan perhatian. "Memang biaya perawatan rumah sakit
ini kami tidak bayar, tapi kami butuh bantuan untuk kebutuhan gizi anak kami
yang sementara terbaring di rumah sakit weda," harapnya.
Sementara
dokter Maya yang menagani bocah penderita gizi buruk tersebut saat dikonfirmasi
mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan medis, bocah bernama Haikal yang sementara
menjalani perawatan memang benar menderita gizi buruk. Dia mengaku pasien diketahui
mengalami gizi buruk karena anak umur 1 tahun kalau normal atau sehat biasa
berat badan 14 tapi saat ini pasien hanya empat kilogram. "Soal gizi buruk
ini terjadi karena ada beberapa faktor yakni ekonomi keluarga dan juga faktor
perhatian keluarga dalam memberikan pengasupan gizi kepada anak," katanya.
Menurutnya,
saat ini rumah sakit tetap memberikan pelayanan terbaik demi kesembuhan bocah
tersebut. Sementara itu Kepala Dinas
Kesehatan Pemkab Halteng Fauji Alamari membenarkan pasien penderita gizi buruk
asal desa Were tersebut. Dia mengaku pasien itu ditemukan dinas kesehatan yang
turun melakukan pemeriksaan. Sehingga Dinkes Halteng memerintahkan orang pasien
untuk dirawat di RSUD Weda. "Soal perhatian kami tidak bisa berikan
bantuan uang tunai, karena kalau kita berikan bantuan berupa uang tunai bisa
celaka kita," jelasnya. (asfa/H2)