Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

AGK Lawan PKS



16 September 2014
TERNATE,SM-Ibarat kacang lupa kulit. Itulah Gubernur Maluku Utara, Ustad H. Abdul Gani Kasuba. Setelah sempat diguncang prahara kabinet Pelangi AGK-Manthab, ustad kembali melawan kebijakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusungnya. Sang kiyai secara terbuka menyatakan menolak Rancangan Undang-undang (RUU) tentang kepala daerah dipilih DPRD. AGK lebih sepakat kepala daerah dipilih langsung.
Sementara PKS secara institusi bersama koalisi Merah Putih tengah memperjuangkan kepala daerah dipilih DPRD yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Pernyataan ini mengusik Syaiful Ahmad, anggota DPRD provinsi Maluku Utara dari PKS. Ketua Bidang Kebijakan Publik ini balik menyodok AGK. Menurutnya, pernyataan AGK adalah pribadi, bukan keputusan PKS secara institusi. “Itu keputusan pak gubernur secara pribadi bukan keputusan partai, tangkis Syaiful lewat Short Massage Service (SMS), Senin (15/9) kemarin

BNN Tahan Oknum Perwira Polri



16 September 2014
TERNATE,SM-Kompol Andik Iksan, oknum anggota Polri yang sehari-hari bertugas di Intelkam Polda Malut akhirnya ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN) perwakilan Malut. Selain Kompol Andik Iksan, BNNP juga menahan seorang oknum anggota TNI AD yang berinisial MM berpangkat Pratu. Kompol Andik Iksan ditahan sejak Senin (15/9) kemarin. Tersangka Andik Iksan diduga terlibat kasus kepemilikan sabu seberat 7,8 gram, sementara Prtaru MM ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan ganja kering seberat 2 kg dan saat ini diamankan Pengadilan Militer Ambon.
Kabid Humas BNNP Malut Rustam SH kepada wartawan mengatakan, kedua tersangka sudah ditahan. Kompol Andik Iksan saat ini ditahan BNNP Malut untuk proses penyidikan. Sedangkan tersangka MM saat ini ditahan di Pengadilan Militer Ambon sesuai dengan prosedur yang ada di pengadilan Militer.

Mafia Anggaran Bagian Humas



16 September 2014
SOFIFI,SM-Setelah dana titipan Garda Banteng, mafia anggaran kembali terungkap pada Bagian Humas dan Protokuler Pemda Kabupaten Halmahera Timur. Pada tahun anggaran 2013, bagian humas mengusulkan anggaran yang diduga siluman dengan dalil untuk anggaran peliputan dan pendokumentasian untuk kegiatan di Kota Maba. Ternyata, anggaran itu tak digunakan sesuai peruntukan.
Sesuai penelusuran Seputar Malut, ternyata anggaran yang diusulkan Humas dan Protokuler itu itemnya ganda. Sebut saja, program pelayanan infokom, pemberitaan dan dokumentasi yang lokasi kegiatannya di Kota Maba (Media Center) sebesar Rp 887 juta dengan kode rekening  1.20.1.20.03.38.14 dan program kegiatan penyebarluasan informasi pembangunan daerah yang lokasi kegiatannya di Kota Maba (Media Center) sebesar Rp 887 juta dengan kode rekening 1.20.1.20.03.38.

Buronan Masjid Raya Dibekuk



16 September 2014
TERNATE,SM-Buronan terpidana kasus korupsi dana Masjid Raya Tobelo Halmahera Utara tahun 2008, senilai Rp. 2 miliar, Sofyan Anwar, Senin (15/9) malam tadi sekitar pukul 21.00 WIT dibekuk Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate. Sofyan dibekuk di Belakang Benteng Kelurahan Santiong, Kota Ternate Tengah.
Penangkapan terpidana Sofyan bermula saat Tim Intelijen Kejari Tobelo, berkoordinasi dengan Tim Intelijen Kejari Ternate untuk menangkap bersangkutan. Namun terpidana  belum dieksekusi. Padahal Sofyan telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta subside 6 bulan penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana masjid raya.

YS Bantah Tudingan Aksi Mesum



16 September 2014
TERNATE,SM-Tudingan aksi mesum yang dilakukan dua oknum dosen Universitas Khairun (Unkhair)  Ternate, NWJ dan YS yang digebrek Polisi di Blok CI Jalan Residen, Ngade Ternate Selatan, sekitar pukul 01.00 WIT Sabtu (13/9) akhir pekan lalu dibantah YS. Saat bertandang ke redaksi Seputar Malut, Senin (15/9) sore kemarin YS mengaku, sumber yang memberikan keterangan antara dia NWJ melakukan aksi mesum itu bernuansa dendam dan menginginkan nama baiknya sebagai dosen tercemar.
Padahal berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Polres Ternate katanya, tidak terbukti sebagaimana yang dituduhkan. Kronologi peristiwa itu menurut YS, saat itu YS bersama NWJ sedang membahas kegiatan kampus yang akan dilaksanakan pada akhir September nanti. Selesai melakukan pembahasan, YS hendak pamit pulang. Pada saat bersama tiba-tiba datang Polisi berseragam lengkap bersama WDT dan kakaknya. WDT adalah isteri YS yang sementara ini dalam proses perceraian.

Bayi Penderita Gizi Butuh Perhatian



16 September 2014
WEDA,SM-Haikal salah satu bocah berumur 1,1 tahun asal desa Were Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah  (Halteng) saat ini terbaring di Rumah Sakit umum daerah (RSUD) Weda, akibat penderitaan gizi buruk. Anak pasangan suami istri Sarjan Mikma, warga Desa Were Kecamatan Weda itu sudah sejak 8 hari berada di ruang perawatan anak RSUD Weda.
Sarjan, ayah kandung Haikal begitu nama anak itu mengatakan, anaknya baru diketahui menderita gizi buruk saat diperiksa dokter RSUD Weda. Menurutnya, anaknya sudah di rawat di RSUD Weda sudah satu minggu.  Dia mengaku, anaknya menderita gizi buruk karena faktor pengasupan gizi yang tidak menentu. "Kadang saya kasih dia asupan gizi seperti susu itu pun kalau dapat uang, kalau tidak ada uang suda tidak bisa beli susu untuk anak saya," katanya. 

Usung Bupati, PDIP Prioritaskan Kader



16 September 2014
TERNATE, SM-Ketua DPC PDIP Halmahera Selatan, Jaib Haer menegaskan, akan memperioritaskan mengusung kader partai untuk maju calon bupati Halmahera Selatan periode 2015-2020. Meski begitu, partai moncong putih telah melakukan penjaringan dan tercatat sebanyak bakal calon bupati telah mendaftar.
Penegasan Jaib itu disampaikan kepada Seputar Malut Minggu (14/9) usai mengadiri acara siloloa Hi. Amin Ahmad bersama sesepuh Keluarga Soma, bertempat di kelurahan Ubo-Ubo Ternate Selatan. Menurutnya, dalam momentum Pilkada bupati Halsel, DPC PDIP secara institusi siap memperjuangkan Amin Ahmad di DPD PDIP provinsi Maluku Utara untuk disetujui maju calon bupati Halsel. Intinya kata Jaib, prosesnya dilakukan sesuai mekanisme partai. “Yang jelas DPC PDIP tetap mengusung kadernya, karena kita sudah membuka pendaftaran, menjaga kemungkinan kita sesuaikan dengan survey,” ungkapnya.