16 September 2014
TERNATE,
SM-Ketua
DPC PDIP Halmahera Selatan, Jaib Haer menegaskan, akan memperioritaskan
mengusung kader partai untuk maju calon bupati Halmahera Selatan periode
2015-2020. Meski begitu, partai moncong putih telah melakukan penjaringan dan
tercatat sebanyak bakal calon bupati telah mendaftar.
Penegasan Jaib itu disampaikan
kepada Seputar Malut Minggu (14/9)
usai mengadiri acara siloloa Hi. Amin Ahmad bersama sesepuh Keluarga Soma, bertempat
di kelurahan Ubo-Ubo Ternate Selatan. Menurutnya, dalam momentum Pilkada bupati
Halsel, DPC PDIP secara institusi siap memperjuangkan Amin Ahmad di DPD PDIP
provinsi Maluku Utara untuk disetujui maju calon bupati Halsel. Intinya kata
Jaib, prosesnya dilakukan sesuai mekanisme partai. “Yang jelas DPC PDIP tetap
mengusung kadernya, karena kita sudah membuka pendaftaran, menjaga kemungkinan
kita sesuaikan dengan survey,” ungkapnya.
Jaib mengakui, DPC PDIP, selain
survey mengerucut kepada Amin Ahmad sebagai figur yang memiliki elektabilitas
tinggi, sehingga ia berharap DPD PDIP Provinsi Maluku Utara ikut membackup dan
bersepakat bersama-sama memenangkan Amin Ahmad yang juga Ketua Dewan Pembina
PDIP Halsel. “Beliau datang ke Ternate untuk melakukan komunikasi politik
lintas DPD PDIP dan silaturrahmi terhadap petinggi partai karena Amin Ahmad
sudah mendaftar di PDIP,” katanya.
Terkait kesiapan teknis sudah
dipersiapkan sambil menunggu hasil survey dari lembaga survey independen yang
dilakukan bulan Oktober dan menunggu Hi Amin kembali dari tanah suci
melaksanakan ibadah haji, pihaknya akan mempersiapkan pemantapan pertemuan dan
silaturrahmi tingkat kabupaten maupun kecamatan.
“Saya pikir kita juga belum bisa
melangkah jauh, karena Hi. Amin. Ahmad juga kita sudah samapaikan bahwa sambil
menunggu penetapan DPR-RI pada tanggal 25 nanti apakah bupati/walikota akan
dipilih langsung atau dipilih DPRD, karena saat ini RUU semntara di godok,’’ ujarnya
Sebagai langkah antisipasi kata
Jaib, pihaknya sudah mendiskusikan berbagai kemungkinan terkait dengan
pembahasan UU Pilkada. Yang pasti menurut Jaib, PDIP tetap mengusung kader baik
dalam pemilihan langsung maupun dipilih DPRD apabila ada kepastian UU Pilkada
yang disahkan pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD. Sebab PDIP katanya, sejauh
ini telah berkomunikasi dengan partai lain untuk koalisi.
Sejumlah partai katanya Jaib
telah dilakukan komunikasi politik. Meski baru sebatas komunikasi, namun ia
telah menjalin komunikasi dengan sebagian besar partai politik. PDIP katanya,
akan membangun koalisi dengan partai lain yang memiliki kesamaan ideologi,
terutama menjalin komunikasi dengan partai yang tergabung dalam koalisi
nasional.
Diakuinya, hasil penjaringan DPC
PDIP telah terdaftar sebanyak enam kandidat yang mendaftar, namun sesuai
panitia tim seleksi, sampai saat ini masih ada kandidat yang memperbaiki
berkas. Meski begitu katanya, PDIP tetap mengusung calon dengan indikator 50
persen hasil survey, 50 persen elektabilitas bakal calon. “Jadi siapa saja yang
mendaftar di PDIP akan disurvey oleh tim survey,” paparnya. (ays/srd)