14 September 2014
TERNATE,SM-Belum selesai diterpa kasus korupsi Laboratorium, dua
dosen Unkhair melakukan perbuatan mesum. Aksi itu dilakukan
dua pasangan beda jenis yang sama-sama berprofesi sebagai
dosen Universitas Khairun (Unkhair). Dua
pasangan terlarang ini ditangkap dalam rumah Nurdiana
Wati Jumadil tepatnya,
Jalan Residen, Ngade Ternate Selatan, Blok CI sekira pukul 01.00 WIT Sabtu
(13/9) akhir pecan lalu. Sialnya yang menangkap dua
dosen yang melakukan mesum tersebut adalah istri Yunus sendiri.
Itulah
perbuatan tidak terpuji yang dilakukan dua oknum dosen bernama Yunus Syafia
dosen Peternakan dan Nurdiana Wati Jumadil,
Dosen Pertanian Unkhair Ternate dan kini kasus mereka dalam penanganan Polres
Ternate.
Menurut
Wasila, istri
Yunus kepada wartawan, ia
sebenarnya sejak tahun 2012 lalu sudah curiga
dengan tingkah laku suaminya, yang mulai berubah. Awalnya, ia mengabaikan
perubahan sikap suaminya tersebut dan tidak berfikir negatif. Tapi semakin lama perubahan tersebut
semakin terlihat. Tapi Wasila tetap berfikir positif terhadap suaminya. Sekitar
enam bulan lalu ia dan kedua anaknya tidak dinafkahi suaminya, mumbuat
kecurigaan Wasila mulai bertambah.
Wasila
menambahkan, suaminya Yunus meninggalkan ia dan dua anaknya sejak tahun 2012.
Yunus tak pulang ke rumah. “Sudah 6 bulan ini dia dan kedua anaknya tidak
pernah diberikan nafkah lagi,” katanya.
Wasila juga mengatakan sudah pernah membujuk Yunus pulang rumah dan bahkan
anaknya sempat menelpon Yunus
meminta pulang ke rumah, namun Yunus tak menghiraukan.
Untuk
meluapkan rasa rindu diantara mereka, kedua terlapor ini sering membuat mesum
di rumah Nurdiana Wati Jumadil. Untuk menghindari kecurigaan diantara pasangan
masing-masing, pasangan selingkuh ini melakukannya saat di jam-jam kerja dan
malam hari.
Namun
kali ini untung tidak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Yunus Syafi dan Nurdiana Wati Jumadil
kini harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka kepada
penegak hukum yang saat ini ditangani Polres Ternate. Yunus dan Nurdiana
kemudian digiring ke Polres Ternate untuk diperoses hukum. (dino/sal)