Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

Yusup Tabuh ‘Genderang Perang’



13 September 2014
MABA,SM-Kabag Humas dan Protokuler Pemda Haltim Yusuf Thalib, kini menabuh genderang ‘peperangan’ dengan media. Ia mengancam dan memaki-maki wartawan dengan kata yang tak pantas. "Kamu ini paling biadab, wartawan tidak tahu etika, nanti kamu lihat saja nanti," ancam Yusup Thalib melalui handphone kepada Seputar Malut Jumat (12/9) kemarin.   

Yusup melantarkan ancaman itu setelah ditengarai menggelapkan anggaran media pada Humas dan protokuler Pemda Halmahera Timur. Yusup juga mengancam wartawan Biro Seputar Maut kabupaten Halmahera Timur, untuk tidak coba-coba datang ke Ternate. "Kamu hati-hati jangan sampai datang ke Ternate, kamu lihat saja," ancam disertai cacian. Yusup menuding wartawan sembarangan menulis berita, padahal saat dikonformasi melalui SMS, ia mengaku uang dana humas untuk media sudah diberikan lewat beberapa pemimpin redaksi.
Sebagaimana diketahui, Kapala Bagian Humas dan Protokler kabupaten Halmahera Timur, Yusup Thalib  mengusulkan anggaran sebesar Rp. 720 juta dalam APBD tahun 2013 dan anggaran pelayanan informasi media sebesar Rp. 1,757 miliar maupun beberapa mata anggaran lain yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Namun anggaran yang diusulkan diduga tak jelas peruntukann.
Sesuai data yang diperoleh Seputra Malut, alokasi dana belanja publikasi media massa sebelum APBD Perubahan tahun 2013 pada Bagian Humas terdiri dari pelayanan informasi media Rp. 1,757 miliar dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36, pendokumentasian dan peliputan kegiatan bupati dan wakil bupati sebesar Rp 720 juta dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36.02.
Begitu pula belanja surat kabar dan majalah sebesar Rp 755 juta dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36.03 dan belanja surat kabar khusus koran harian yang sudah kontrak dengan Pemkab Haltim sebesar  Rp 731 juta dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36.03.5.2.203.05. Totalnya Rp. 3,963 miliar
Dana miliaran itu diduga hanya akal-akalan Yusup Thalib untuk memperkaya diri sendiri. Sebab anggaran tersebut tak sesuai peruntukan, namun dalam laporan, Yusuf menyebut anggaran yang digunakan untuk kepentingan liputan kegiatan bupati dan wakil bupati, baik wilayah Kecamatan Maba, Wasile maupun kantor bupati Haltim.
Wartawan yang menempati pos liputan kabupaten Halmahera Timur, merasa tidak menerima dana sebagaimana laporan Yusup kaget. Mereka sendiri tak mengetahui Kabag Humas Yusup Thalib menganggarkan dana peliputan dalam APBD. Yusup dituding memanfaatkan media dan wartawan untuk kepentingan probadi.
Meski praktek ini dilakukan Yusup sejak menjabat Kabag Humas dan Protokuler, namun kasus ini baru terungkap akhiran tahun anggaran 2013. Agar tidak terjadi temuan, pejabat Humas memanggil satu per satu pimpinan media menandatangani menerima dana liputan. Tak jelas benar, berapa pimpinan media menerima dana itu.
Sesuai pengakuan sebelumnya kepada Seputar Malut, Yusup mengakui ada dana peliputan media sebanyak itu. Namun semua sudah selesai dan tidak ada temuan. Menurutnya, anggaran media telah habis dibagikan kepada beberapa Pimpinan Redaksi. ”Kalau ada anggaran yang dobel, tanya saja kepada Pemred media, karena saya sudah bagikan,” katanya. (asy/acn)