13 September 2014
MABA,SM-Kabag Humas dan Protokuler Pemda Haltim Yusuf Thalib, kini menabuh
genderang ‘peperangan’ dengan media. Ia mengancam dan memaki-maki wartawan
dengan kata yang tak pantas. "Kamu ini paling biadab, wartawan tidak tahu
etika, nanti kamu lihat saja nanti," ancam Yusup Thalib melalui handphone
kepada Seputar Malut Jumat (12/9)
kemarin.
Yusup melantarkan ancaman itu setelah ditengarai
menggelapkan anggaran media pada Humas dan protokuler Pemda Halmahera Timur. Yusup
juga mengancam wartawan Biro Seputar Maut
kabupaten Halmahera Timur, untuk tidak coba-coba datang ke Ternate. "Kamu hati-hati
jangan sampai datang ke Ternate, kamu lihat saja," ancam disertai cacian. Yusup
menuding wartawan sembarangan menulis berita, padahal saat dikonformasi melalui
SMS, ia mengaku uang dana humas untuk media sudah diberikan lewat beberapa
pemimpin redaksi.
Sebagaimana diketahui, Kapala
Bagian Humas dan Protokler kabupaten Halmahera Timur, Yusup Thalib mengusulkan anggaran sebesar Rp. 720 juta dalam
APBD tahun 2013 dan anggaran pelayanan informasi media sebesar Rp. 1,757 miliar
maupun beberapa mata anggaran lain yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Namun anggaran yang diusulkan diduga tak jelas peruntukann.
Sesuai data yang diperoleh Seputra Malut, alokasi dana belanja
publikasi media massa sebelum APBD Perubahan tahun 2013 pada Bagian Humas
terdiri dari pelayanan informasi media Rp. 1,757 miliar dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36, pendokumentasian dan peliputan kegiatan bupati dan
wakil bupati sebesar Rp 720 juta
dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36.02.
Begitu pula belanja
surat kabar dan majalah sebesar Rp 755 juta
dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36.03 dan belanja
surat kabar khusus koran harian yang sudah kontrak dengan Pemkab Haltim
sebesar Rp 731 juta dengan kode rekening
1.20.1.20.03.36.03.5.2.203.05. Totalnya Rp. 3,963 miliar
Dana miliaran itu diduga hanya
akal-akalan Yusup Thalib untuk memperkaya diri sendiri. Sebab anggaran tersebut
tak sesuai peruntukan, namun dalam laporan, Yusuf menyebut anggaran yang
digunakan untuk kepentingan liputan kegiatan bupati dan wakil bupati, baik wilayah
Kecamatan Maba, Wasile maupun kantor
bupati Haltim.
Wartawan yang menempati pos
liputan kabupaten Halmahera Timur, merasa tidak menerima dana sebagaimana
laporan Yusup kaget. Mereka sendiri tak mengetahui Kabag Humas Yusup Thalib
menganggarkan dana peliputan dalam APBD. Yusup dituding memanfaatkan media dan
wartawan untuk kepentingan probadi.
Meski praktek ini dilakukan
Yusup sejak menjabat Kabag Humas dan Protokuler, namun kasus ini baru terungkap
akhiran tahun anggaran 2013. Agar tidak terjadi temuan, pejabat Humas memanggil
satu per satu pimpinan media menandatangani menerima dana liputan. Tak jelas
benar, berapa pimpinan media menerima dana itu.
Sesuai pengakuan sebelumnya kepada
Seputar Malut, Yusup mengakui ada dana
peliputan media sebanyak itu. Namun semua sudah selesai dan
tidak ada temuan. Menurutnya, anggaran media
telah habis dibagikan kepada beberapa Pimpinan Redaksi. ”Kalau ada anggaran yang dobel, tanya saja kepada Pemred
media, karena saya sudah bagikan,” katanya. (asy/acn)