Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

Longboat Karam, 14 Penumpang Tewas



14 September 2014
SANANA,SM-Sebuah longboat dari desa Urifola, kecamayan Mangoli Tengah tujuan Sanana, karam depan perairan desa Bajo, Minggu (14/9) kemarin sekitar jam 08.45 pagi. Longboat yang berpenumpang sekitar 35 penumpang dan anak buah kapal (ABK) dan dinakhodai Bahri Lessy menewaskan 14 penumpang yang rata-rata anak-anak dan wanita. Sementara 7 penumpang dinyatakan hilang serta 14 lainnya selamat.
Sesuai data yang diperoleh Seputar Malut menyebutkan, 14 penumpang yang dinyatakan meninggal adalah Salim Umasangadji, Siti Halija Supralan, Mince, Hj. Rafia Umasangadji, Sarah Umasangadji, Hajar Pora, Sin Pora, Ratian Pora, Nurbaya Umasangadji, Nursia Umaternate, Aminah Liambana, Kristian Pora, Riski Pora dan anggun Pora. Sedangkan tujuh penumpang yang dinyatakan hilang itu adalah Buryanid Pora, Givar Pora, Rivaldy Pora, Rinaldy Pora, Putri Pora, Julfikar Pora, dan Reva Seknun.

Sementara penumpang yang selamat sebanyak 14 orang yakni, Sandra Umasangadji, Maryam Umasangadji,  Herlisa Lesi, Hasiwa Lesi, Safa Umasangadji, Usri Pora, Marwa Umasangadji, Ranalia Kaunar, Ahmad Pora, Bustamin Pora, Rivaldy Sangadji, Nadia Lessy, Marvel Lesi, dan nakhoda/motoris Bahri Lessy. Korban yang dinyatakan hilang sementara dalam proses pencarian Polres Kepulauan Sula dan masyarakat desa Bajo, kecamatan Sanana Utara dengan menyisir wilayah perairan Kepulauan Sula.
Peristiwa ini terjadi karena cuaca ekstrim yang terjadi beberapa pecan terakhir di perairan Selat Mangoli dan Sanana. Para penumpang korban tenggelamnya Longboat, kini dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana untuk mendapatkan pertolongan medis.
Pemda Kabupaten Kepulauan Sula melalui wakil bupati H. Safi Pauwah menyatakan turut berduka cita atas peristiwa kecelakaan laut yang menimpa puluhan warga desa Urifola, kecamatan Mangoli Tengah, Minggu (14/9) kemarin.
Safi berharap, keluarga yang ditinggalkan tetap bersabar dan menerima kejadian ini sebagai musibah.  “Semua ini adalah ujian Allah SWT. Kita turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ujar Wabup saat meninjau kondisi para korban di RSUD Sanana, Minggu (14/9) kemarin. Hingga berita ini diturunkan, Polres Kepulauan Sula bersama masyarakat desa Bajo dan sekitarnya, masih melakukan pencairan korban yang hilang. (ays/eto)