Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

Pelari Marathon Dihadiahi Kekecewaan



12 September 2014
MABA,SM-Baru menduduki jabatan camat sudah mulai belajar korupsi. Ini terjadi di kecamatan Wasile Timur. Ceritanya, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi RI ke-68, kecamatan Wasile Timur memperoleh anggaran Rp. 50 juta dari Pemda Haltim. Anggaran itu dipergunakan untuk kegiatan dan acara puncak 17 Agustus 2014, termasuk di dalamnya hadiah lomba.

Kecamatan Wasile Timur menggelar beberapa lomba, salah satunya lomba lari marathon 8 kilometer. Peserta yang ikut dalam lomba lari jarak jauh ini cukup lumayan. Apalagi mengetahui, peserta yang mendapat juara akan diberikan hadiah uang tunai. Pelari yang rata-rata anak muda ini, berlari dengan penuh semangat dengan harapan meraih hadiah uang yang disiapkan panitia.
Imran berhasil keluar sebagai pemenang lari marathon 8 kilometer dengan menyisihkan peserta lain. Dalam lomba itu, ada yang berhasil masuk finish, walaupun tak berhasil menjadi pemenang. Sebagian peserta tak meneruskan lomba lantaran tak sanggup maupun pingsan. Sebagai pemanang, hati Imran berbung-bunga, selain mendapat hadiah uang, juga bangga meraih prestasi sebagai orang tercepat tingkat kecamatan.
Kebanggaan dan semangat Imran pupus dan nyaris pingsan usai dipanggil maju ke depan mengambil hadiah. Uang yang diisi dalam amplop sebagai juara pertama lari marathon, hanya berisi uang merah empat lembar, Rp. 400 ribu. Ia tak percaya hadiah lari marathon sedikit itu, kemungkinan panitia lomba salah memberikan hadiah. “Kalau juara satu saja Rp. 400 ribu, berarti juara dua Rp. 300 ribu, juara tiga Rp. 200 ribu dan juara harapan satu Rp. 100 ribu. Totalnya Rp. 1 juta,” sesalnya.
Imran mengaku rugi atas penghargaan terhadap prestasi yang diberikan pemerintah kecamatan. Anggaran kegiatan sebesar Rp. 50 juta, pelari marathon hanya dihadiahi Rp. 400 ribu. Ia bangga dan puas apabila hadiah even tingkat kecamatan minimal Rp. 1 juta. “Kita kan larinya jauh, tapi hadiah yang diberikan tidak sesuai. Mestinya hadiah yang diberikan paling tidak memacu prestasi,” katanya.
Menurutnya, hadiah pelari marathon hanya sedikit itu apalagi hadiah kegiatan yang tidak menguras tenaga. Anggaran Rp. 50 juta ukuran kegiatan tingkat kecamatan, tergolong lumayan besar. Ia mengkalkulasi, jika setiap kegiatan diberikan hadiah rata-rata Rp. 400 ribu, lalu sisa anggaran dikemanakan.
Camat Wasile Timur, Satumi disinyalir mengambil keuntungan besar dalam kegiatan Hari Besar Nasional 17 Agustus ini. Salah satu staf kantor camat membeberkan, anggaran Rp.50 juta diperuntukan penyelenggaraan ucapara HUT RI dan kegiatan beberapa lomba. Ia menyesalkan peserta lomba diberikan hadiah tak sesuai dengan jenis lomba.
Dengan begitu kata staf yang enggan namanya dikorankan ini mengatakan, hadiah lari marathon mestinya lebih besar, bukan Rp. 400 ribu. Menurutnya, camat Satumi punya kebiasaan mengambil untung dalam kegiatan bukan baru kali, tapi sudah berulang-ulang. Karena itu, staf kantor camat Wasile Timur sudah khatam dengan modus sang camat. Artinya, satu kilometer Rp. 50 ribu? (ays/can)