12
September 2014
MABA,SM-Baru
menduduki jabatan camat sudah mulai belajar korupsi. Ini terjadi di kecamatan
Wasile Timur. Ceritanya, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT)
Proklamasi RI ke-68, kecamatan Wasile Timur memperoleh anggaran Rp. 50 juta
dari Pemda Haltim. Anggaran itu dipergunakan untuk kegiatan dan acara puncak 17
Agustus 2014, termasuk di dalamnya hadiah lomba.
Kecamatan Wasile Timur menggelar beberapa lomba, salah
satunya lomba lari marathon 8 kilometer. Peserta yang ikut dalam lomba lari
jarak jauh ini cukup lumayan. Apalagi mengetahui, peserta yang mendapat juara
akan diberikan hadiah uang tunai. Pelari yang rata-rata anak muda ini, berlari
dengan penuh semangat dengan harapan meraih hadiah uang yang disiapkan panitia.
Imran berhasil keluar sebagai pemenang lari marathon 8
kilometer dengan menyisihkan peserta lain. Dalam lomba itu, ada yang berhasil
masuk finish, walaupun tak berhasil menjadi pemenang. Sebagian peserta tak
meneruskan lomba lantaran tak sanggup maupun pingsan. Sebagai pemanang, hati
Imran berbung-bunga, selain mendapat hadiah uang, juga bangga meraih prestasi
sebagai orang tercepat tingkat kecamatan.
Kebanggaan dan semangat Imran pupus dan nyaris pingsan
usai dipanggil maju ke depan mengambil hadiah. Uang yang diisi dalam amplop
sebagai juara pertama lari marathon, hanya berisi uang merah empat lembar, Rp.
400 ribu. Ia tak percaya hadiah lari marathon sedikit itu, kemungkinan panitia
lomba salah memberikan hadiah. “Kalau juara satu saja Rp. 400 ribu, berarti
juara dua Rp. 300 ribu, juara tiga Rp. 200 ribu dan juara harapan satu Rp. 100
ribu. Totalnya Rp. 1 juta,” sesalnya.
Imran mengaku rugi atas penghargaan terhadap prestasi
yang diberikan pemerintah kecamatan. Anggaran kegiatan sebesar Rp. 50 juta,
pelari marathon hanya dihadiahi Rp. 400 ribu. Ia bangga dan puas apabila hadiah
even tingkat kecamatan minimal Rp. 1 juta. “Kita kan larinya jauh, tapi hadiah
yang diberikan tidak sesuai. Mestinya hadiah yang diberikan paling tidak memacu
prestasi,” katanya.
Menurutnya, hadiah pelari marathon hanya sedikit itu
apalagi hadiah kegiatan yang tidak menguras tenaga. Anggaran Rp. 50 juta ukuran
kegiatan tingkat kecamatan, tergolong lumayan besar. Ia mengkalkulasi, jika
setiap kegiatan diberikan hadiah rata-rata Rp. 400 ribu, lalu sisa anggaran
dikemanakan.
Camat Wasile Timur, Satumi disinyalir mengambil
keuntungan besar dalam kegiatan Hari Besar Nasional 17 Agustus ini. Salah
satu staf kantor camat membeberkan, anggaran Rp.50 juta diperuntukan
penyelenggaraan ucapara HUT RI dan kegiatan beberapa lomba. Ia menyesalkan peserta
lomba diberikan hadiah tak sesuai dengan jenis lomba.
Dengan begitu kata staf yang enggan namanya dikorankan
ini mengatakan, hadiah lari marathon mestinya lebih besar, bukan Rp. 400 ribu.
Menurutnya, camat Satumi punya kebiasaan mengambil untung dalam kegiatan bukan
baru kali, tapi sudah berulang-ulang. Karena itu, staf kantor camat Wasile
Timur sudah khatam dengan modus sang
camat. Artinya, satu kilometer Rp. 50
ribu? (ays/can)