11 September
2014
SOFIFI,SM-Kapala Bagian Humas dan
Protokler kabupaten Halmahera Timur, Yusup Thalib punya modus sendiri dalam
menilep dana media. Dengan membawa-bawa nama media, Yusup mengusulkan anggaran
dalam APBD tahun 2013 senilai Rp. 720 juta, dan anggaran pelayanan informasi
media sebesar Rp. 1,757 miliar. Ini belum termasuk beberapa mata anggaran untuk
media yang nilainya mencapai miliaran rupiah, tak jelas peruntukannnya.
Sesuai data yang diperoleh Seputra Malut, alokasi dana belanja
publikasi media massa sebelum APBD Perubahan tahun 2013 pada Bagian Humas
terdiri dari pelayanan informasi media Rp. 1,757 miliar dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36, , pendokumentasian dan peliputan kegiatan bupati dan
wakil bupati sebesar Rp 720 juta
dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36.02.
Begitu pula belanja
surat kabar dan majalah sebesar Rp 755 juta
dengan kode rekening 1.20.1.20.03.36.03 dan belanja
surat kabar, khusus koran harian yang sudah kontrak dengan Pemkab Haltim
sebesar Rp 731 juta dengan kode rekening
1.20.1.20.03.36.03.5.2.203.05. Totalnya Rp. 3,963 miliar
Dana yang dianggar sebanyak
itu, diduga hanya akal-akalan Yusup Thalib untuk memperkaya diri sendiri. Sebab
anggaran tersebut tak sesuai peruntukan, namun dalam laporan, Yusuf menyebut
anggaran yang digunakan untuk kepentingan liputan kegiatan bupati dan wakil
bupati, baik wilayah Kecamatan Maba, Wasile maupun kantor bupati Haltim.
Hal ini cukup mengagetkan
wartawan yang menempati pos liputan di kabupaten Halmahera Timur. Sebab mereka
sendiri tak mengetahui Kabag Humas Yusup Thalib menganggarkan dana peliputan
dalam APBD. “Ya, saya
tidak tahu kalau ada dana itu. Apalagi menerima dana liputan dari Humas,” ungkap salah satu wartawan kepada Seputar Malut.
Modus seperti ini memang sudah
terjadi sejak Yusup menjabat Kabag Humas, namun itu baru terkuak akhir tahun
anggaran 2013 lalu. Agar tidak terjadi temuan, pejabat Humas memanggil satu per
satu wartawan menandatangani menerima dana liputan. Tak jelas benar, berapa
orang yang menerima dana tersebut.
Kabag
Humas dan Protekuler Setda Haltim, Yusup Thalib kepada Seputar Malut membenarkan, ada dana
peliputan media sebanyak itu. Namun Yusuf mengaku, semua
sudah selesai dan tidak ada
temuan. Menurutnya, anggaran media telah habis
dibagikan kepada beberapa Pimpinan Redaksi. ”Kalau ada anggaran yang dobel, tanya saja kepada Pemred
media lain, karena saya
sudah bagikan ke beberapa pemred,” katanya.
Yang jadi soal, Yusup
mengatakan dana peliputan telah dibagikan begitu saja kepada beberapa Pemred.
Namun ada wartawan beberapa media mengaku tak pernah tau, jika melakukan
kegiatan peliputan kegiatan bupati dan wakil bupati tak pernah mengetahui dan
menerima dana tersebut. Mereka menduga, cara Yusup membagikan dana media kepada
beberapa Pemred kemungkinan untuk kepentingan pertanggung jawaban. Nah! (asfa/ntm)