Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Jumat, 29 Mei 2015

Mancing Mania, Kemesraan Tak Cepat Berlalu



11 September 2014
MABA,SM-Mancing mania bupati Halmahera Timur bersama Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara terus menjadi sorotan lembaga pemerhati hukum. Koordinator Fadodara Institut Haltim, Isman Masuku kepada Seputar Malut, Rabu (10/9) kemarin mengatakan, ketua BPK Perwakilan Malut dan rombongan melakukan mancing mania bersama Pemda Haltim secara etika tak diperbolehkan, sebab itu kinerja ketua BPK Perwakilan Maluku Utara harus dievaluasi BPK pusat. Dengan cara itu katanya,  independensi BPK sebagai lembaga auditor patut diragukan. ”Kami meminta Majelis Kehormatan Kode Etik BPK pusat mengevaluasi kepala dan auditor BPK Perwakilan Malut, karena dengan mancing mania independensi BPK diragukan,” desaknya.

Selan itu, dugaan marak jual beli Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang saat sering terjadi di daerah lain, dikhawatirkan terjadi di Kabupaten Halmahera Timur.  ”Faktanya Haltim sangat tidak wajar, BPK berikan Opini WTP. Jadi dikhawatirkan Opini WTP BPK yang memberikan kepada Pemda Haltim karena sudah sangat mesra,” katanya.
Kecurigaan Isman cukup beralasan lantaran tim auditor BPK terlalu diistimewakan Bupati Haltim, Rudy Erawan selama berada di Kabupaten Haltim dalam rangka melakukan audit keuangan Pemkab Haltim. Menurutnya, jika tim auditor tidak diracuni Pemda Haltim, maka sangat mudah menemukan laporan keuangan pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan standar akuntansi.  
”Bisa lihat yang paling nyata adalah amburadul aset dan SPPD yang bisa direkayasa, dan retribusi pajak perusahaan, soal ini banyak masalah, tapi karena BPK dan Pemda Haltim sudah mesra, jadi semua masalah ini sengaja dilewati saja,” cibirnya. (ays/acn)