SOFIFI,SM-Calon
ketua DPRD Maluku Utara masih menggeliding. Informasi yang berkembang, tiga
nama bersaing menduduki kursi, dan sudah diusulkan Partai Golkar ke DPP untuk
disahkan. Ketiga nama itu, Edy Langkara, Rustam Conoras dan Abdul Gani Sangaji.
Belakangan terjadi kabar buruk, muncul satu nama baru otomatis dua dari tiga
nama sebelumnya hilang.
Nama baru
yang diusulkan ke DPP Partai Golkar yakni, Kaimudin Hamzah, Sekretaris DPD
Golkar, Edy Langkara, Ketua Bapilu dan Aliong Mus, adik kandung AHM, ketua DPD
Golkar. Sementara dua nama yang hilang dari pengusulan yakni Rustam Conoras dan
Abdul Gani Sangaji.
Menurut
sumber DPD Golkar Provinsi Malut, ketiga nama yang baru diusulkan belakang
yakni kaimuddin Hamzah, Edi Langkara, Aliong Mus telah diproses DPP Golkar dan
Alion Mus telah ditetapkan menjadi Ketua DPRD provinsi Maluku Utara. “DPP
Partai Golkar telah menetapkan Aliong Mus menjadi pimpinan DPRD Malut,
berdasarkan usulan DPD Partai Golkar,” ungkap sumber itu.
Sumber
itu menjelaskan, setiap penetapan pimpinan DPRD harus mencagu pada juklak DPP
Pratai Golkar. Setiap calon Ketua/Pimpinan DPRD ditingkat provinsi dan
kabupaten/kota yang diusulkan harus memenuhi kriteria dalam petunjuk pelaksana
(juklak) DPP Partai Golkar. Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada
NKRI/Pancasila dan UUD 1945, caleg terpilih, pengurus Harian Partai Golkar sesuai
tingkatan, tidak pernah keluar/masuk partai politik, perolehan suara terbanyak
dan berpengalaman menjadi anggota DPRD periode sebelumnya.
Sementara
kata sumber, Edi Langkara merupakan salah satu nama calon yang diusulkan sejauh
ini belum mengetahui hasil putusan pleno DPD Golkar Malut tentang nama yang
diusulkan maupun siapa yang ditetapkan oleh DPP Golkar. Sebagai calon Ketua
DPRD Malut yang direkomendasikan DPD Golkar Malut ke DPRD Provinsi untuk
diproses lebih lanjut sesuai mekanisme.
Edy
Langkara yang merupakan salah satu nama yang ditetapkan Partai Golkar sebagai
calon ketua DPRD kepada Seputar Malut,
Sabtu (7/9) kemarin mengatakan, sebagai kaders Partai Golkar ia siap menjadikan
momentum ini untuk memperbaiki citra lembaga DPRD yang kini menjadi sorotan
public atau stigma negative terhadap kinerja, maupun berbagai fenomena yang
mengemuka dilingkungan DPRD saat ini.
Edi
menyebutkan, tugas penting DPRD yang akan datang adalah harus menseriusi
beberapa agenda pemerintahan daerah provinsi yang masih tertunda dan bermasalah
secara hukum. Diantaranya, RTRW, sejumlah agenda strategis, Ranperda bermasalah
yang belum tuntas, RPJMD Pemerintah Daerah dan jenis turunannya yang
belum diserahkan Gubernur, penguatan sistim pengawasan dewan atas kinerja
pelayanan pemerintah provinsi (SKPD), merevitalisasi sistim pengendalian
kebijakan pemerintah daerah terhadap sector keuangan daerah yang selama lima
tahun berturut-turut mendapat opini buruk (disclaimer) oleh BPK RI.
Ketika
disinggung, terkait salah satu persyaratan Juklak, Hasan Bay yang juga Ketua
DPD Golkar Tikep yang lebih berpeluang menjadi pimpinan, karena memiliki suara
terbanyak. Mantan Ketua AMPI Kabupaten Halmahera Tengah ini, membenarkan dan
syarat itu katanya harus menjadi bagian integral dan komprehensif dengan syarat
lainya.
Namun
kata Edi, syarat suara terbanyak tidak berdiri sendiri dan merupakan solusi
jalan tengah bila mana terdapat lebih dari satu orang yang memenuhi syarat
sebagai Pengurus Harian pada tingkatan organisasi yang sama, berpengalaman dan pernah
menjadi anggota DPRD sebelumnya ditingkatan yang sama.
Edi
menjelaskan, esensi berpengalaman sesungguhnya diletakkan pada tanggungjawab
politik pemerintahan, kemampuan pemimpin parlement untuk mengatur lalulintas
komunikasi politik antara kedua lembaga legislative dan eksekutif, serta
tentunya pertanggungjawaban terhadap partai politik dimana tempat membangun
karir dan pengabdian pada rakyat dan bangsa.
Sedangkan
dimensi tidak pernah keluar dari partai Golkar dan masuk partai politik lain,
integritas politik partai Golkar, lebih urgensi pada kadar integritas kaders
Golkar dalam pengabdiannya harus teruji, dengan berkaca pada pengalaman
empiris, sehingga pada saat momentum kepentingan politik partai Golkar yang
bersangkutan tidak mendistorsi kepentingan partai atau melakukan perbuatan yang
bertentangan dengan kebijakan partai Golkar. Selain itu pendekatan suara
terbanyak secara formal lebih dimaknai sebagai standard legitimasi, namun lebih
pada upaya solutif atas terpenuhinya syarat calon ketua/pimpinan lebih dari
satu orang.
Menurut
Edy, apabila bukan dia yang dibutuhkan Partai Golkar untuk menjadi Ketua DPRD
provinsi Maluku Utara, maka ia tetap menghormati keputusan partai, mungkin ini
bukan yang terbaik baginya.
Setiap
kaders partai katanya, memiliki cita-cita dan obsesi karir politiknya, namun
ketika pilihan itu jatuh pada kaders lain, ia berharap hendaknya keputusan itu
tetap dalam sistim dan garis kebijakan Partai Golkar yang telah memiliki legal
dan konstitusional.
Ditanya saat
ini Edy tidak disukai AHM ketua DPD Golkar, karena rumor berkembang telah
menyusun kekuatan baru dengan kelompok tertentu untuk menjatuhkan Ahmad Mus
dari kursi ketua DPD Golkar Malut, Edi santai sambil tertawa dan menjawab, itu
sungguh jauh dari mimpi. Dia mengatakan, dirinya tidak bermental penghianat dan
telah dibuktikan, baik terhadap kepentingan organisasi maupun kepemimpinan
organisasi.
Pasca
paripurna penyampaian KUA-PPAS dari Gubernur, dirinya masih berkomunikasi
dengan Ketua DPD Golkar, AHM, melaporkan perkembangan tugas Fraksi Partai
Golkar di dewan. Menurut Edy, laporan yang disampaikan sagat direspon. ‘Saya
merasa hubungan saya dengan beliau ketua DPD Golkar masih sangat baik,” katanya.
Edy
mengakui, dalam situasi dan dinamika internal Partai Golkar Malut saat ini,
dirinya tidak miliki akses informasi terkini khusus mengenai agenda strategis
penentuan calon ketua DPRD provinsi. Namun dia punya firasat buruk, bahwa
dirinya mungkin telah difitnah oleh pihak tertentu, baik dihadapan pimpinan Partai
tingkat provinsi maupun pimpinan DPP Golkar. “Bila firasat saya ini benar maka
menurut saya ini mungkin cobaan dari Allah SWT untuk kesekian kalinya bagi
saya, keluarga dan konstituen saya. Salam buat teman,” tandas Edy sambil
merunduk. (asfa/ntm)