SANANA, SM—Sejumlah program
peningkatan produksi budidaya perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan
(DKP) Kepsul tahun 2013 lalu, terdapat
sebagaian besar program siluman, seperti program pengembangan
sistem kesehatan ikan, pengembangan
sistem pembenihan ikan, dan
program pengembangan sistem sarana dan prasarana budidaya ikan. Serta beberapa sub
program yang sengaja dibuat DKP Sula untuk memuluskan proses pencairan
anggaran DIPA awal tahun 2013 lalu senilai Rp600 milyar.
Setelah ditelusuri, program-program
yang diduga dimanipulasi DKP Kepsul tahun anggaran 2013 lalu, yakni program pengembangan
sistem kesehatan ikan dan lingkungan pembudidayaan ikan. Yaitu mendeteksi
jenis penyakit ikan, serta
pengendalian penyakit dengan alokasi anggaran senilai Rp.9.750.000.000. Kemudian program pengembangan
sistem pembenihan ikan, dengan
alokasi anggaran Rp.205.940.000.000. Berikut program pengembangan sistem
sarana dan prasarana pembudidayaan ikan dengan alokasi anggaran Rp.152.883.000.000.
Dan kegiatannya meliputi pendataan
jumlah kawasan perikanan dengan alokasi anggaran Rp.103.928.000.000. Kegiatan pendataan
jumlah kawasan minapolitan berbasis budidaya perikanan dengan alokasi anggaran
sebesar Rp.48.955.000.000. Program
sistem produksi pembudidayaan ikan dengan alokasi anggaran Rp.26.687.000.000. Kemudian program
pengembangan sistem usaha pembudidayaan ikan dengan alokasi anggaran
Rp.92.240.000.000. Berikut pemberdayaan
kelompok pembudidayaan ikan melalui usaha mina pedesaan dengan alokasi anggaran
Rp.82.540.000.000.
Selain itu, kegiatan pendataan
jumlah kelompok usaha budidaya perikanan yang memenuhi standar kelembagaan
dengan alokasi anggaran Rp.9.700.000.000. program peningkatan
dukungan manajemen dan pelaksana tugas teknis lainnya oleh ditjen budidaya
perikanan dengan alokasi anggaran Rp.112.500.000.000. Kegiatan
pengelolaan satker dengan alokasi anggaran Rp.60.000.000.000, dan kegiatan
perencanaan kerjasama evaluasi dan pelaporan program dengan alokasi anggaran senilai Rp.52.400.000.000.
Sesuai
hasil investigasi Seputar Malut, satu minggu
lalu, setelah
mendapat bocoran Laporan Keterangan Pertanggunggjawaban Bupati (LKPJ) Tahun
2013, dimana LKPJ tertera
sejumlah program siluman yang sengaja diusulkan
pihak DKP
Kepsul. Sebab dari hasil
investigasi, para
nelayan mengaku tidak pernah menerima bantuan maupun sodoran modal dan alat
penangkap ikan dari DKP Kepsul.
Kalaupun ada, alat-alat
tersebut hanya diberikan ke masyarakat
yang bukan nelayan melainkan petani. Sehingga peralatan
seperti longboat hanya
digunakan untuk keperluan pribadi bukan untuk penangkapan ikan. Ironisnya lagi, tempat-tempat
budidaya ikan yang dilaporkan DKP Kepsul, sama sekali tidak pernah ada di Sula. Mulai dari Pulau
Sulabesi, Pulau
Mangoli, dan
Pulau Taliabu. Namun anehnya, kinerja DKP Sula selama ini
tidak pernah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Maluku Utara
(BPK Malut).