LABUHA, SM-Belum
setahun memimpin Maluku Utara dan belum menunjukkan prestasi, KH. Abdul Gani
Kasuba (AGK) sudah mulai membuat penilaian miring terhadap mantan gubernur
Thaib Armaiyn (TA). AGK menuding, selama dua periode memimpin Maluku Utara, TA
dianggap gagal total. Bahwa selama menjadi gubernur dua periode, Thayb Armaiyn dinilai semua pihak sangat
gagal dan terburuk urutan ke-33 dari 33
provinsi di
Indonesia.
Pernyataan AGK itu disampaikan kepada wartawan, di Kompleks Organsas Amasing Kota, Labuha Kabupaten Halmahera
Selatan beberapa waktu lalu. Salah satu prestasi terburuk Thaib Armaiyn
katanya, selama 10 tahun system
pengelolaan
keuangan
selalu disclaimer dan tidak pernah
bangkit.
AGK berjanji akan berusaha memperbaiki daerah keluar
dari keterpurukan dengan mencari orang yang tepat untuk mengelola sistem keuangan lebih baik. Salah
satunya, mengambil kepala SKPD di
beberapa kabupaten,
termasuk Halsel pengelolaan keuangan di Provinsi malut dapat tertata dengan
baik.
Sebagai
gubernur Maluku Utara,
AGK punya itikad
baik membangun
Maluku Utara
lima tahun kedepan. Sebab itu, dengan mengambil tenaga pengelolan keuangan dan Kepala SKPD
dari sejumlah kabupaten/kota agar sistem pengelolan keuangan menjadi lebih baik dari
sebelumnya. AGK menyebut Bambang
Hermawan merupakan salah satu pejabat
Halsel yang ditarik ke provinsi untuk menata sistem
pengelolaan keuangan.
Tak hanya Bambang yang akan ditarik ke provinsi. AGK
juga berencana akan menarik Kadis
Keuangan Halsel DR. Achmad Purbaya, namun belum mendapat persetujuan bupati Muhamad Kasuba. Alasan
menarik pejabat Halsel masuk provinsi karena kabupaten Halsel dinilai sangat baik
dalam pengelolaan
keungan
dengan mendapatkan Opini Wajar
dengan Pengecualian (WDP).
“Saya
ingin kedepan, pemerintahan yang jalan
baru empat bulan ini semua orang menyoroti apa yang saya kerjakan, dan saya
sekarang hanya lebih focus memperbaiki
sistem
keuangan, karena keuangan sangat terpuruk,” kata AGK sesumbar.
Menurutnya, semua wilayah sudah terakomodir masuk
dalam kabinet Pelangi AGK-Manthap. Jika ada menganggap kabinetnya didominasi
Halsel sangat keliru. Pejabat Halsel yang masuk kabinet Pelangi katanya, hanya
Bambang Hermawan, Mochtar Umamit dan Muhammad Ismail. Meski Mochtar Umamit
masuk melalui Halsel, sesungguhnya dia adalah keterwakilan dari Sanana.
Sementara, Muhammad Ismail masuk kabinet atas rekomendasi Tim Pemenangan dan
Partai Pengusung yang tak lain Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Apa bedanya
keinginan PKS dengan Dinasti Kasuba? (ays/asa)