Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Senin, 18 Mei 2015

AGK Tuding Thaib Armaiyn Gagal



LABUHA, SM-Belum setahun memimpin Maluku Utara dan belum menunjukkan prestasi, KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) sudah mulai membuat penilaian miring terhadap mantan gubernur Thaib Armaiyn (TA). AGK menuding, selama dua periode memimpin Maluku Utara, TA dianggap gagal total. Bahwa selama menjadi gubernur dua periode, Thayb Armaiyn dinilai semua pihak sangat  gagal dan terburuk urutan ke-33 dari 33 provinsi di Indonesia.
Pernyataan AGK itu disampaikan kepada wartawan, di Kompleks Organsas Amasing Kota, Labuha Kabupaten Halmahera Selatan beberapa waktu lalu. Salah satu prestasi terburuk Thaib Armaiyn katanya, selama 10 tahun system pengelolaan keuangan selalu disclaimer dan tidak pernah bangkit.
AGK berjanji akan berusaha memperbaiki daerah keluar dari keterpurukan dengan mencari orang yang tepat untuk mengelola sistem keuangan lebih baik. Salah satunya, mengambil kepala SKPD di beberapa kabupaten, termasuk Halsel pengelolaan keuangan di Provinsi malut dapat tertata dengan baik.

Sebagai gubernur Maluku Utara, AGK punya itikad baik membangun Maluku Utara lima tahun kedepan. Sebab itu, dengan mengambil tenaga pengelolan keuangan dan Kepala SKPD dari sejumlah kabupaten/kota agar sistem pengelolan keuangan menjadi lebih baik dari sebelumnya. AGK menyebut Bambang Hermawan merupakan salah satu pejabat Halsel yang ditarik ke provinsi untuk menata sistem pengelolaan keuangan.
Tak hanya Bambang yang akan ditarik ke provinsi. AGK juga berencana akan menarik Kadis Keuangan Halsel DR. Achmad Purbaya, namun belum mendapat persetujuan bupati Muhamad Kasuba. Alasan menarik pejabat Halsel masuk provinsi karena kabupaten Halsel dinilai sangat baik dalam pengelolaan keungan dengan mendapatkan Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP). “Saya ingin kedepan, pemerintahan yang jalan baru empat bulan ini semua orang menyoroti apa yang saya kerjakan, dan saya sekarang hanya lebih focus memperbaiki sistem keuangan, karena keuangan sangat terpuruk,” kata AGK sesumbar.
Menurutnya, semua wilayah sudah terakomodir masuk dalam kabinet Pelangi AGK-Manthap. Jika ada menganggap kabinetnya didominasi Halsel sangat keliru. Pejabat Halsel yang masuk kabinet Pelangi katanya, hanya Bambang Hermawan, Mochtar Umamit dan Muhammad Ismail. Meski Mochtar Umamit masuk melalui Halsel, sesungguhnya dia adalah keterwakilan dari Sanana. Sementara, Muhammad Ismail masuk kabinet atas rekomendasi Tim Pemenangan dan Partai Pengusung yang tak lain Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Apa bedanya keinginan PKS dengan Dinasti Kasuba? (ays/asa)