Terbaru

Baca dan ikuti berita-berita terbaru Seputar Malut di www.seputarmalut.com

Senin, 18 Mei 2015

Pegawai PTT Jadi Saksi Rekapitulasi PSU



LABUHA, SM—Pleno rekapitulasi hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU), Rabu (03/09) kemarin di aula kantor bupati Halsel tidak seperti pleno sebelmnya yang dihadiri langsung oleh ketua atau sekretaris DPD PKS Halsel. Amatan Seputar Malut, pleno rekapitulasi kemarin itu tidak dihadiri oleh satu pun pengurus Partai Keadilan Sejahtera untuk menjadi saksi, sehingga rapat pleno rekapitulasi diskorsing selama 15 menit menunggu saksi dari PKS.

Setelah saksi PKS hadir, skorsing sidang pun dicabut Ketua KPU Halsel, Syukur M. Saleh, dan pleno rekapitulasi dilanjutkan. Setelah ditelisik, saksi dari PKS ini ternyata salah satu Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Bagian Humas dan Protokoler Setda kantor bupati Halsel, Isra Taher. Tugas Isra setiap hari di Bagian Humas adalah wartawan Media Pemda Lensa Saruma.
Ketua DPD PKS Halsel, Asnawi Lagalante dan Sekretaris, Husen Said disinyalir bekerja keras memenagkan Caleg DPR RI No. 1, Saiful Ahmad, sementara sebagian pengurus PKS Halsel disinyalir bekerja keras memenangkan Caleg DPR RI No. 3. Husni Salim. Perbedaan tersebut sehingga internal DPD PKS Halsel pecah kongsi dan berakibat pada tidak hadirnya pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di arena pleno rekapitulasi.
DPD PKS Halsel memang ada perbedaan pilihan sehingga hasil perolehan suara di PSU kemarin pun kalah dari Partai Politik (Parpol) lain. kita ini bekerja atas dasar instruksi Partai tetapi ada kaders lain  yang tidak taat pada aturan partai akhirnya perolehan suara PKS di PSU menurun drastis.
“Bagaimana kita (PKS) mau menang di PSU kalau sebagian kaders tidak mengindahkan instruksi Partai,”ujar salah satu pengurus PKS Halsel yang enggan namanya dikorankan.(asa)